Wajib Tahu! Inilah Cara Cek Ponsel BM atau Resmi

14 views

Cara Cek Ponsel BM atau Resmi Wajib Tahu! Inilah Cara Cek Ponsel BM atau Resmi – Ponsel BM memang menggiurkan. Tipe terbaru yang belum ada di pasaran atau harga terjangkau, menjadi daya tariknya. Apalagi saat ini penjualan hape BM sangat mudah ditemui di online, baik lewat sosial media, ataupun market place. Namun ponsel BM alias Black Market adalah ilegal dan melanggar hukum.

Ponsel BM atau black market masuk secara diam-diam, tanpa melewati prosedur yang sudah ditetapkan. Dan tak membayar pajak tentunya. Meski lebih murah, namun ada kerugian yang bakal diterima pengguna. Hal yang utama adalah layanan purna jual yang minim dan tak jelas, termasuk servis center. Juga diblokir oleh pemerintah.

Cara Cek Ponsel BM atau Resmi

Wajib Tahu! Inilah Cara Cek Ponsel BM atau Resmi

Bagi yang ingin membeli ponsel baru, diimbau untuk teliti. Pemerintah telah menerapkan kebijakan IMEI yang bisa memblokir ponsel ilegal alias BM (Black market). Ada sejumlah cara untuk membedakan ponsel dengan garansi resmi dan ponsel ilegal atau BM (Black market)

Cara Cek Ponsel BM atau Resmi_2
Info grafik perbedaan Ponsel resmi dan Black market (BM)

Cara membedakan ponsel resmi atau BM, Simak penjelasanya berikut ini.

1. Cek Kardus

Pertama, periksa kardus ponsel lalu cari stiker IMEI. Jika ada keterangan “Dirakit di Indonesia” atau “Diproduksi di Indonesia” dapat dipastikan ponsel itu bergaransi resmi.

2. Cek Nomor IMEI

Pengguna juga bisa mengecek nomor IMEI perangkat di situs resmi Kemenperin. Untuk mengecek IMEI ponsel, bisa dilihat pada dus perangkat. Cara lain dengan menekan *#06# di ponsel.

Cara lain adalah dengan mengklik Settings – Cari About Phone (Tentang Ponsel) – Cari kode IMEI untuk ponsel Samsung. Kadang kode ini tersembunyi di menu lainnya. Pada ponsel Xiaomi, pengguna bisa mencari di settings – Cari About Phone – Status – Kode IMEI. Untuk mengecek IMEI di iPhone, bisa dilakukan dengan mengklik Setting (Pengaturan)> General (Umum)>  About, nomor IMEI tertera dilaman tersebut.

Setelah kode didapat, akses situs www.kemenperin.go.id/imei. Masukkan nomor IMEI ke situs ini dan akan muncul informasi mengenai legalitas ponsel.

3. Cek distributor

Ada ponsel yang tidak dirakit di Indonesia tetapi diimpor penuh di China seperti Oppo dan Huawei. Kedua merek ponsel itu menggunakan distributor Indonesia yakni PT Indonesia Oppo Electronics dan PT Sat Nusapersada maka garansi ponselnya pun resmi.

Misal Huawei, ada stiker dari PT Sat Nusapersada, ponsel itu memang diimpor di China kemudian perlu menjalani proses TKDN software di Batam, itu resmi juga. Yang secara general (umum) paling gampang itu yang ada tulisan ‘Dirakit di Indonesia’ atau ‘Diproduksi di Indonesia’.

4. Cek izin Postel

Terakhir kamu bisa melakukan validasi terhadap nomor sertifikat Postel di setiap perangkat. Sertifikat tersebut menandakan kalau perangkat sudah lolos uji transmisi dan penerimaan sinyal radio dari Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Kominfo.

Nah, nomor sertifikat Postel tersebut bisa ditemui di label pada kotak penjualan yang juga mencantumkan informasi nomor IMEI. Setelah kamu dapat informasi nomor sertifikat Postel, kamu bisa memasukkannya ke situs sertifikasi.postel.go.id. Kamu hanya perlu memasukkan nomor sertifikatnya saja, atau nomor paling awal tanpa diikuti dengan keterangan “SDDPI” dan tahun pembuatannya. Kamu juga harus memilih “Nomor Sertifikat” di menu dropdown terlebih dahulu agar tidak salah cari.

Jika nomor sertifikat Postel memang valid, maka akan muncul berbagai informasi terkait nama pembuat produk, nama perangkat, hingga nomor model perangkat tersebut. Cocokkan informasi-informasi yang didapat dari situs dengan keterangan di perangkat yang kamu miliki. Jika ada yang tidak sesuai, ada kemungkinan kalau perangkat tersebut adalah barang BM.

Itulah cara membedakan ponsel resmi dan BM. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *